Jika ada yang terlihat jahat, jelek, brengsek, atau apapun yang sifatnya tak baik, memang seperti itu mereka ingin dilihat.

Sebenarnya mereka seperti apa, tak akan mampu hanya dilihat oleh mata. Yang mereka melakukan hanya agar dapat penilaian seperti yang ditampilkan. Benar atau tidak seperti itu, hati mereka yang malakukan yang tau sendiri.

Ada yang benar seperti itu mengakui, ada yang mengaku tidak dengan mengatakan hanya pencitraan di depan sebagai pembenaran.

Pun sebaliknya, terlihat baik, santun, atau tak ada cacat dalam setiap apa yang diucap, memang seperti itu tujuan mereka ingin dilihat.

Seperti yang jahat, mereka yang melakukan dan memperlihatkan hal baik, namun siapa yang tahu dalam keseharian seperti itu atau tidak yang benar dilakukan.

Mata manusia menilai, seperti juri dalam kontes. Menghakimi, seperti hakim yang memutuskan, padahal sama saja sebagai seorang pesakitan. Mengamati perilaku sesama, atas dasar apa, mengapa, kenapa itu dilakukan oleh mereka. Jika yang ingin didapatkan adalah penilaian baik, maka yang baik lah yang pasti diperlihatkan, meski sebatas topeng penutup ke-tidak baik-an. Jika yang ingin didapatkan adalah penilaian buruk, maka melakukan hal tak baik itu akhirya jadi pilihan.

Pada yang kedua, kenapa sampai ada yang memperlihatkan ke-tidak baik-an dari dirinya sendiri, ada dua kemungkinan. Pertama, mereka tak peduli apa kata orang tentang ke-tidak baik-an pada yang dilakukan, atau kedua, ingin melihat siapa yang tak semudah itu menilai dia tak baik.

Perempuan misalnya, memamerkan bentuk tubuh yang seharusnya itu tertutup. Yang ingin didapat mungkin sebuah penilaian dari yang melihat, bahwa sempurna tubuhnya sebagai perempuan. Penilaian yang diharapkan, tak sama akhirnya dengan yang di dapatkan. Murahan, semudah itu memamerkan bentuk tubuh pada siapa saja, adalah penilaian tambahan yang sebenarnya sudah tau akan di dapatkan.

Atau bagi lelaki tentu saja. Sebuah pengakuan padanya bahwa pandai dia menaklukan hati perempuan, pengakuan padanya bahwa mudah baginya bisa tidur dengan banyak perempuan. Adalah penilaian yang padanya datang atas apa yang dia tampilkan sebagai seorang lelaki sungguhan, penakluk perempuan. Orang tak akan tau sebanyak apa perempuan yang olehnya bertekuk lutut, kecuali olehnya sediri itu diceritakan. Pembentukan pikiran pada orang lain, atas apa yang dia tampilkan, adalah apa yang ingin orang pikirkan tentang dirinya. Meski tau itu tak baik, tapi sekali lagi, itu tampilan yang dipilihnya sendiri agar seperti itu padanya orang melihat.

**

Yang terlihat baik, tak selalu baik. Bisa salah kita menilai, atau tak sesuai apa yang ditampilkan dengan kenyataan.

Begitupun yang terlihat tak baik, tak sedikit yang justru kebaikan padanya lebih banyak namun tak diperlihatkan.

Advertisements