Lama waktu yang kuhabiskan disini tanpa melihatmu, lama waktu yang kulewati sendiri dengan mencoba tak mengingatmu.

Kupikir tak akan mungkin, dulu sampai hari ini itu kulihat sendiri. Bagaimana kau bisa mencintai selain padaku. Aku percaya diri, bahwa pada siapapun nanti tak akan mampu membuatmu jatuh hati, seperti yang padaku kau rasa saat sekian lama kita bersama.

Kupikir kau akan terus menangis, saat jauh dariku, tak lagi tubuhku ada untuk kau peluk saat ingin, tak ada lagi lenganku untuk kau genggam saat dingin, atau tak lagi ada bahuku sebagai tempat bersandarmu.

*Suatu hari siang itu.

“Apa kabar?” Tanyaku basa-basi ketika berpapasan kami di jalan. Sambil berjabat tangan setelah cukup lama saling memandang saat itu.

“Hai, kabarku baik. Sudah lama tak bertemu, bagaimana kabarmu?” Tanyanya sambil melepaskan jabata tangan.

**

Apa yang terjadi selanjutnya tak akan kuceritakan. Yang ingin kukatakan;

Saat kupikir dia sudah kulupakan, dan sebaliknya ia padaku. Namun tidak ternyata itu untukku.

Pertemuan dengan seseorang dari masa lalu, kadang menghidupkan kembali apa yang sebenarnya tak pernah mati, sebuah rasa itu lagi.

Dari matanya kusadari hari itu, saat terpikir tak akan lagi pernah jatuh cinta, sebab pada cinta yang kandas yang sebelumnya dipercaya bahwa itu cinta terakhir, ternyata Tuhan melalui waktu, menghadiahi pada kita sebuah rasa yang baru, sebuah cinta yang baru pada seseorang yang baru.

Hatiku berkata; maafkan dirimu sendiri, lalu jatuh cintalah sekali lagi.

Advertisements