Tags

Aku mendengarnya, bisikan pelan nan lembut dari bibirmu saat berbisik dekat pada bibirku. Bertanya bahwa adakah kau akan kutinggalkan saat nanti sudah tak cantik lagi, atau saat nanti ada yang melebihi segala lebihmu apakah tetap aku bertahan disampingmu mau. Pada segala apapun yang menjadi ketakutanmu, percayalah aku lebih merasakan, bahwa siapa yang tau akan itu berbalik padamu yang melakukan.

Aku merasakannya, bagaimana tiap sentuhan mampu membuatku lebih dari sekedar nyaman, bagaimana tiap tiupan nafas yang hembusannya menyapa pada kulitku seolah tiadaku akan menghentikannya. Hangat, sesekali dingin sekali, seringnya entah seperti apa indra perasa mengecap adamu yang dekat pada hati yang di dalamnya bertuliskan namamu, hanya namamu. Apa yang tak kau ucap, pada matamu bisa aku usap.

Aku melihatnya, pada wajahmu sebagai tempat Tuhan menggoreskan kanvas. Aku melihatnya, pada tingkah pun tutur santunmu yang tak seorang lain melakukannya akan mampu. Aku melihat seluruh yang padamu ada, tak henti memandang, tak kedip menatap.

Padamu, cinta ini menjatuhkan diri.

Advertisements