Tags

Jatuh hatiku padanya bukan sebab apapun yang tadinya kupikir mungkin, tapi karena sesuatu yang menjelaskannya aku tak bisa, hanya olehku saja itu terasa.

Lembut bicaranya, tak kasar perkataannya, tak berteriak tuturnya, tak serapah mengucap segala apa yang ingin dikatakan olehnya. Aku senang mendengarnya bicara.

Pakaiannya menutup apa yang memang harusnya oleh sebagian banyak itu tak dilihat. Rambutnya diurai, hitam panjang sampai pinggang. Lurus tak bergelombang.

Dia pun tak mabuk. “Cukup pernah sekali aku tau rasanya dulu”, katanya. Mengulangnya tak lagi ingin dia lakukan, kadang marah saat dari mulutku tercium bau minuman.

Kelembutan sikapnya, ketabahan hatinya, teduh parasnya, membuatku tak ingin kemana-mana. Selangkah jauhnya pun tidak, ingin terus tetap dekat dengannya.

Advertisements