Tags

Aku di kepalamu, apa yang tak pernah bisa kau sapu. Sedikit atau banyak, besar atau kecil, tetap di dalamnya diam membatu. Ingatan yang coba kau hadirkan oleh seseorang baru, menghilangkanku itu tak akan mampu. Aku gema, yang akan terus ada saat sedetik setelah namanya kau sebut dengar keras sekuat tenaga. Aku bayangan, yang tiap dia melangkah padamu mendekat, aku yang justru terlihat.

Aku dihatimu, apa yang tak akan tergantikan. Adanya membuatmu menangis sepanjang malam, bertanya sendiri bagaimana agar itu hilang. Yang kau harap agar cinta itu tumbuh saat tangannya ada pada tubuhmu merengkuh, aku menjelma dalam rasanya tak terbunuh. Dia sementara yang kau hadirkan dalam selamanya aku, tak lama akhirnya kau berdarah, lalu menyerah. Sebab sekali lagi, aku adalah apa yang tak bisa kau lupa.

Advertisements