Tiap malam, di setiap hari, ketika inginku untuk tertidur tanpa ada tentangmu lebih dulu menghantui, itulah suara rindu paling sunyi.

Tiap malam, di setiap hari, ketika lelah tubuh setelah seharian mencari apa yang tak kunjung ditemui, itulah sekosong-kosongnya rasa berarti.

Tiap pagi, di setiap hari, ketika mata terbuka lalu tersadar disampingku kau tak ada, itulah kehampaan dari kehilangan yang terasa.

Tiap pagi, di setiap hari, ketika bersiap kembali mencari yang belum kutemui, itulah saat kusempatkan menyebut namamu dalam hati.

Begitulah kesedihan membawaku di tiap detik yang berganti, pada tentangmu lagi, dan lagi.

Advertisements